Tampilkan postingan dengan label friend. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label friend. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Juli 2014

Surat untuk mu, Sahabat


Berteman dengan mu selalu menyenangkan. Aku ingat, suatu  ketika sedang suntuk tiba-tiba kamu memberi solusi mengajakku ketempat dan melakukan hal yang sangat aku suka, ke pantai dan melihat senja. Untuk bepergian dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam, caramu mengajak seperti pergi ke warung membeli jajan, kepikiran dan langsung jalan. Aku ingat bahkan tak salah satu dari kita yang memakai jaket.

Betapa beruntungnya aku, langit yang  mendung saat itu, ternyata setengah jam menjelang terbenam matahari langit barat bebas awan. Senja sore itu, langit barat jingga merona dan aku hanya bisa tersenyum ternganga melihatnya. Kutoleh langit timur, kearah pandanganmu, dan kulihat pelangi. Aku hari itu bagai anak kecil yang dibelikan permen. Senang. 

Kapan hari lagi, begitu lagi, senja atau waktu lain, tempat sama atau tempat yang lain. Tak terasa terkumpul banyak folder file foto, yang jika aku ingat dengan siapa, maka jawabannya adalah denganmu waktu itu aku habiskan.  
 
Kemudian, suatu saat pernah kau utarakan tentang suatu kekhawatiran. Karena katamu tiba-tiba terpikir olehku, jangan-jangan, nanti akan ada lebih banyak kenangan seperti senja saat itu denganmu dibandingkan dengan suamiku kelak.

Maka, selain seperti yang sudah aku katakan sebelumnya, ini lah sebenarnya alasan yang paling jujur dari sikapku yang mungkin kau anggap sebagai perubahan. Lalu sekejap saja rasanya, semua memburuk seperti sekarang. Dan aku kini... tak tahu harus bagaimana.

Selasa, 15 April 2014

Rinda's Junior

 
One fine day in Kebumen. Seeing friend, and her junior. I do realize, time would never go back. Kebumen, 12-04-2014


Rasanya masih sama seperti baru dua atau tiga hari tak bertemu. Persis jika aku main kekosnya atau dia main ke kosku. Seperti baru kemarin, wisuda diploma kemudian kami sama-sama melanjutkan di Diponegoro Semarang. Mengerjakan tugas kelompok, main bersama, aerobik kemudian lanjut masak-masak bersama di kos. Hingga kemudian aku wisuda, selanjutnya aku mendatangi wisudanya, dan ternyata itu adalah kali terakhir kami bertemu.

Kemudian banyak episode hidupnya yang aku lewatkan, pernikahannya yang bertepatan dengan tugas kerjaku,  kemudian kelahiran juniornya beberapa waktu lalu. Hingga akhirnya aku punya kesempatan menemuinya lagi kemarin, setelah 2 tahun. Tapi rasanya masih tetap sama, kami masih masak-masak bersama, ngobrol dan curhat. Namun yang berbeda sekarang ada celotehan kecil yang ikut-ikut menyahuti ketika kami tertawa, atau meminta perhatian ketika kami terlalu serius mengobrol. Wohoo.. Selamat datang Arsya, semoga silaturahmi bunda dan tante akan selalu terjaga. :)  

Arsya Ghifari Al Mubarok


Kamis, 14 November 2013

Bulan Nostalgia


Reuni-an
 Aku sebut begitu karena dalam dua bulan lalu itu, aku bertemu dengan banyak teman lama. Mulai dari teman SMA yang masih sering bertemu, atau terakhir bertemu 2 tahun yang lalu, bahkan yang sudah 7 tahun tidak bertemu. Wah, 7 tahun, kata teman, " Udah nggak usah diitung, jadi berasa tuanya" :D Kemudian, aku bertemu bahkan satu kelas lagi dengan teman-teman kuliah alih jalur UNDIP. Bertemu dengan teman kuliah diploma, dan bertemu adik kos ketika masih di Magelang.  Dan yang agak mengejutkan, bahkan aku bertemu dengan teman ketika Praktik Klinik Diploma! :)

Ketika memutuskan untuk berbelok arah, aku hanya berpikir akan bertemu teman-teman baru, namun, ternyata aku diberi bonus untuk bertemu banyak teman lama. Waktu kami semua seperti sedang diiriskan untuk bertemu dalam bulan ini. Membuatku tergerak untuk membuka Folder foto lama yang jarang aku buka. Dan kemudian melihatnya sambil tersenyum-senyum sendiri. Haha.

Berbagai hal masih membuatku takjub. Beberapa teman seperti tidak berubah, masih berdandan dengan gaya yang sama, meski aku sadar, usia membuat kami sudah 'agak' berbeda. Tapi aku lihat, mereka masih menggunakan jaket yang sama seperti yang dulu aku sering lihat, jaket kesukaan mereka. Dan yang paling menyenangkan, kami bahkan bisa langsung kembali bercerita se-seru dahulu, seperti baru kemarin berpisah. Padahal 'kemarin' yang dimaksud adalah beberapa tahun yang lalu.

Ah, sepertinya perpisahan hanyalah suatu alasan untuk menemukan cara bertemu kembali. :)

Minggu, 27 Oktober 2013

Kangen! Masih Boleh kan?


Teman itu seperti bintang, kadang terlihat, kadang tidak, tetapi kita tahu mereka ada disana 

~Confeito



Lima puluh delapan hari! Ya, hampir dua bulan sudah, aku pindah ke Yogyakarta. Meninggalkan Jakarta saja tentu akan sangat lebih mudah dari pada ketika harus meninggalkan teman-teman yang ada disana. Masih sering aku terbangun di pagi hari,  terduduk di tempat tidur dan tiba-tiba sangat merindukan teman-teman dan suasana disana. Kemudian terakumulasi, dan sungguh aku rindu kalian!

Tetapi mau bagaimana  lagi, hidup ini memang seperti perjalanan. Berpindah-pindah dari jalur satu ke jalur lainnya. Mungkin disuatu saat kita beriringan, berlawanan arah, mungkin juga bersinggungan dan beririsan. Kebetulan persinggungan  kemarin itu adalah sebuah kotak transit raksasa bernama Jakarta. Meski kadang zona nyaman itu melenakan, tapi kita tetap harus melanjutkan perjalanan bukan? Aku berjalan  kesini, kalian kesana, jalan itu akan terpisah, dan berbeda arah, entah dimana akan bersinggungan lagi.

Maka, alih-alih selamat tinggal, aku lebih senang mengatakan sampai jumpa. Sampai  berjumpa lagi kawan, sampai jalan kita dipersinggungkan kembali, sampai hidup kita beririsan lagi...
#abegekeppoh*

#tenants cwawakan*
Tim Hore IBI


PS: Kangen banget! Masi boleh kan ya? T.T

***
*dinamakan seperti nama group dalam WA

Minggu, 23 Juni 2013

Sabtu Tidak Jelas : Berbuah Kawan


"Kata temenku besok Sabtu ada Food Fest di Monas" temanku berkata melalui pesan singkat.

Percaya saja, kami berempat semangat pergi ke Monas, pumpung libur dan memang tidak ada acara. Bahkan temanku sengaja menunda kepulangannya ke Bogor agar bisa ikut bersama ke Monas Sabtu itu.

Hari itu, Sabtu, 22 Juni, ulang tahun kota Jakarta, hari itu Busway gratis, kami ingin mencobanya. Sampai di halte Salemba UI halte cenderung sepi, wah kami semangat, sepi ternyata. Kami naik bus jalur Kampung Melayu, untuk transit di Halte Pasar Senin menuju Monas. Perjalanan lancar hingga di halte Pasar Senin ternyata arah Harmoni-Ancol antrian mengular. Kira-kira lima menit bus yang ditunggu datang, wah, penuh sesak, hanya beberapa orang yang bisa masuk. Bis berikutnya kembali datang lima menit kemudian, dan lagi-lagi penuh. 

Panas dan gerah, aku kemudian bercerita "Pernah aku mau pergi ke kawasan Sudirman, berencana naik busway. Sampai di halte transit pertama (Perjalananku waktu itu harus transit dua kali) Bus nya tidak segera datang, antrian padahal sudah panjang, dan aku harus sampai disana Pukul 14.00 tetapi pukul 13.20 aku masih belum mendapat bus, akhirnya aku turun dari tempat antrian ditepi jalur busway itu langsung menghentikan taksi, dan sudah, akhirnya naik taksi."

"Ayolah, naik taksi aja" kata teman-teman. Haha, akhirnya kami batal naik busway, keluar dari halte dan langsung naik taksi. Sedari awal memang lebih mudah naik taksi, dekat, dan kami juga berempat, biayanya akan sebanding dengan naik busway. Hanya karena ingin mencoba Busway gratis, di hari ulang tahun jakarta, kami berjuang dalam antrian, toh akhirnya tak sabar juga. :D
'Sempat' naik bus way gratis
Kurang dari setengah jam, kami tiba di Monas. Dari kejauhan Monas tampak sepi-sepi saja, memang terlihat ada beberapa tenda putih, tetapi kurang ramai jika memang ada festival, kami masih berpikiran positif. Sampai disana, aktivitas disana tak seberapa. Tapi kami belum menyerah, barang kali tenda disana memang berisi stand-stand makanan. Semakin mendekat, tenda-tenda itu kosong. Memastikan, kami bertanya kepada salah satu penjual makanan. 

"memang nggak ada mbak, cuman ada pameran Monorel di dekat Gambir, itu pun dibuka masih nanti sore" Haha, Tet Toot!! Memang tidak ada! :D Kami yang sudah berharap akan mencicip makanan, dan lapar, akhirnya memutuskan untuk makan di Stasiun Gambir, dari pada harus kembali ke kos tanpa melakukan apapun kan? Haha, benar-benar hari yang tidak jelas.

Siang itu kami lanjutkan dengan sholat di Istiqlal, karena kami masih belum ingin pulang. Beruntung dalam perjalanan ke Monas, kami melihat ada pameran yang cukup menarik untuk di kunjungi.
Haha, akhirnya! Akhirnya jalan-jalan hari ini bertujuan jelas. Dimana?
Pameran flora fauna 2013
Yap! di lapangan Banteng
Dan, hari itu berakhir dengan aku mendapat teman kamar baru. 

Welcome to this cute "little things"

Minggu, 27 Januari 2013

Subtitusi


Self-timer. 10 seconds. Ok.

"Ayoo, ini sepuluh detik yaa.."
"Ari, cepeet..."

Aku berlari, bunyi timer semakin cepat. Dan .........  Cetrek! (bunyi snapshot kamera handphone).

Halaman di depan cafe daun, Kebun raya Bogor
 Demi apapun, sungguh benar jika Imam Syafi'i berkata :

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam dikampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah,
kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan